Halaman

Profesionalisme.


Buku hasil revisi telah diterima. Hasilnya seperti yang terlihat di photo. Hasilnya memang lebih baik. Komentar yang terlintas di kepala? Dituntut lebih dari itu untuk berhasil. Nampaknya dibutuhkan profesionalisme yang lebih untuk berhasil dibidang ini. ada yang bisa bantu?

Setelah dipikir pikir.....

Setelah dipikir pikir, saya memutuskan untuk mengubah tampilan cover novel 11 Hari Usus Buntu menjadi seperti diatas. Lebih garang bukan? lebih progresif, mudah mudahan lebih menarik perhatian. Jadinya kembali kita mengunggah ulang konsep desain novel ini ke nulisbuku.com. Nunggu lagi 10 hari ke depan. Sabar. Sabar. Pas banget, bukankah esok hari kita mulai berpuasa satu bulan penuh? selamat berpuasa, selamat bersabar.

Tampilan cover baru.

Cover lama.


Akhirnyaaaa !!!!!!


Ya, akhirnya datang juga yang dinanti. Novel itu telah tiba hari ini. Terima kasih nulisbuku.com. komentar spontan : wow! unbelieveble. Nyaris tak percaya. Sepertinya semesta berhenti untuk sejenak. Panasnya kemarau di Sukabumi terasa adem. Sementara ini saya ingin menyendiri menikmati bayi yang baru lahir ini. Masih tujuh bulan lagi menunggu bayi sungguhan lahir dari rahim Paramesywari. Semangkuk sup panas daging kambing cukup untuk merayakan momen ini ( thanks, Don ). 

Kampanye !


     Kampanye ! ya kampanye. Setiap produk memang harus dikampanyekan agar menjangkau sebanyak mungkin pasarnya. Blog ini dibuat untuk mengkampanyekan novel '11 Hari Usus Buntu '. Novel ini mulai dikerjakan awal tahun 2012 beberapa saat setelah penulis mengalami operasi usus buntu yang kebilang besar. 12 cm sayatan yang kemudian diabadikan sebagai cover buku ini.

     Awalnya tulisan pengalaman selama menjadi pasien operasi hanya dimaksudkan menjadi semacam pengingat-ingat betapa pengalaman medis itu menjadi pengalaman spiritual yang mudah mudahan mencerahkan. Namun sejak bab pertama berhasil ditulis, maka segera saja keranjingan menulis mulai merasuki. Hingga akhirnya tak terasa berakhir pada halaman 200 dengan ukuran kertas A4.

     Betul bahwa faktor kebetulan mewarnai penerbitan buku ini. Yang saya ingat adalah waktu itu suatu malam yang melelahkan setelah bekerja sampai larut di Palabuhanratu. Menjelang tidur saya masih sempat menyalakan televisi yang percis menayangkan talk show TV One dengan guest nulisbuku.com. Nah mengapa tidak saya terbitkan novel ini lewat situs itu?

     Dan begitulah, ketika blog ini dibuat, saya sedang menunggu proses 10 hari moderasi novel ini oleh pihak nulisbuku.com.

     Sampai disini dulu persentuhan kita kali ini. Mudah mudahan kabar baik menunggu di pekan depan.